Terkuak! Ternyata Ini Penyebab Sebenarnya Indonesia Tidak Ikut Kejuaraan Dunia BWF, Alasannya Bikin Nangis

9 Desember 2021, 13:06 WIB
Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting /Tangkapan layar YouTube/Badminton Europa/

HALOYOUTH – Mundurnya Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2021 sekarang sudah semakin terang penyebabnya. Bukan hanya soal kekhawatiran penyebaran varian baru Virus Covid-19 dan masalah finansial seperti diberitakan media asing dari Malaysia, di depaknya Indonesia dari All England Open 2021 turut memengaruhi pengambilan keputusan Indonesia untuk tidak ikut serta pada Kejuaraan Dunia BWF 2021.

Tidak jelas apakah motif traumatik ini menjadi alasan rasional Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) atau bukan dalam pembatalan pengiriman para atlet Platnas di BWF World Championship, yang jelas sebelumnya PBSI dan semua pihak memiliki harapan penuh atlet bulutangkis Indonesia membawa gelar juara kembali menyusul suksesi Olimpiade Tokyo 2020 dan Thomas Cup 2020 yang telah berlalu pada bulan-bulan sebelumnya.

Ekspektasi Indonesia untuk juara di BWF World Championship 2021 ini ada dibatas wajar dan memang sedang tidak mengawang-awang. Pasalnya, Indonesia melalui ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan telah didaulat sebagai juara dengan status bertahan pada Kejuaraan Dunia 2021, dan merupakan satu-satunya atlet tersukses di dunia karena telah empat kali menjuarai turnamen ini.  

Baca Juga: Dipuji WADA terkait Atasi Sanksi: Marcus-Kevin CS Segera Bisa Kembali Kibarkan Bendera Merah-putih Saat Juara

Kemunculan varian baru virus Covid 19 Omicron menjadi alasan PBSI dan para atlet sepakat mengundurkan diri dari turnamen mayor tersebut. Mengenai varian baru virus, Spanyol sendiri selaku tuan rumah Kejuaraan Dunia 2021 telah mencatat kasus dari varian baru virus Covid-19 tersebut pada awal Desember ini.

Menanggapi gagalnya Indonesia pentas di Kejuaraan Dunia BWF 2021, Pemain tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, turut mengamini kekhawatiran akan keselamatan dan kesehatan atlet meski dirinya merasa sedih tidak bisa berlaga disana

Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo tersebut harus memendam ambisi meraih prestasi tinggi dari Kejuaraan Dunia 2021 karena situasi sulit ini.

Baca Juga: Nyaris Rusuh Antar PBSI dan BWF Gegara Gagal Kirim Atlet di Kejuaraan Dunia BWF, Menpora Angkat Bicara Tegas!

"Pastinya agak sedih juga karena semua pemain, termasuk saya, pastinya ingin bermain di Kejuaraan Dunia dan juara," ujar Anthony dari Antaranews dikutip haloyouth.com

Selain karena alasan Pandemi, Anthony sendiri mengaku ada alasan lain yang juga dibahas dalam pertemuan bersama para pelatih dan PBSI. Alasan dimaksud adalah traumatik yang mendalam dari Indonesia karena telah disisihkan dari All England Open 2021.

Ketika atlet negara lain berlaga, tim Indonesia dipaksa menjalani isolasi mandiri karena satu pesawat dengan penderita Covid-19. Yang tak kalah menyakitkan, pemain bulutangkis Indonesia bahkan harus berjalan kaki dari venue pertandingan ke hotel walau keringat belum kering karena baru bertanding.

Baca Juga: Buntut PBSI dan BWF Saling Serang Karena Tidak kirim Atlet di Kejuaraan Dunia 2021, Menpora Marah Besar

"Kemarin juga sempat diskusi dengan federasi, ditanya dari masing-masing atlet seperti apa," tutur Anthony.

"Yang jadi perhatian, ya, aspek kesehatan karena kami punya pengalaman yang tidak enak di All England kemarin."

Kejuaraan Dunia 2021 bukan turnamen pertama yang batal diikuti pemain tanah air karena masalah protokol kesehatan.

Baca Juga: 'Cerai' dari Goh Liu Ying, Chan Peng Soon Gandeng Pearly Tan Sebagai Pasangan Baru?

Sebagian pemain Indonesia memilih mundur dari French Open 2021 pada Oktober lalu karena kewajiban karantina yang dianggap terlalu lama.

Vaksin sinovac yang diterima atlet-atlet Indonesia belum diakui oleh Agensi Obat-obatan Eropa (EMA) yang dijadikan acuan otoritas kesehatan Prancis.

Hanya anggota timnas Indonesia di Thomas-Uber Cup dan Sudirman Cup yang bisa bertanding karena memenuhi syarat masa tinggal 14 hari.

Baca Juga: Didapuk Jadi Satu-satunya Mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF, Dejan/Kani Ditarget Menang?

Spanyol sendiri memiliki protokol kesehatan yang lebih fleksibel. Laman resmi Kementerian Kesehatan Spanyol menulis bahwa mereka mengakui segala jenis vaksin yang terdaftar resmi di EMA dan WHO (Badan Kesehatan Dunia).

Artinya, pemain Indonesia seharusnya bisa mendarat di Negeri Matador selama bisa membuktikan diri negatif dari Covid-19.***

Editor: Rifqiyudin

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler