Profil Taufik Hidayat, Berikut Fakta Perjalanan Karir dari di Paksa, Hingga Jadi Juara

- 18 Februari 2022, 13:05 WIB
Tufik Hidayat
Tufik Hidayat /instagram @taufikhidayatofficial/

HALOYOUTH – Siapa sih yang gak kenal sama Taufik Hidayat. Namanya tercatat di BWF telah berhasil menang selama 413 kali dari 551 pertandingan.

Prestasi-prestasi yang membanggakan telah dicapai Taufik Hidayat dengan berhasil membawa mendali emas dari cabang olahraga bulutangkis tunggal putra pada Olimpiade Athena tahun 2004 silam.

Dijuluki legenda badminton Indonesia, Taufik Hidayat juga dijuluki sebagai raja backhand smash. Karena seringnya ia melakukan backhand smash yang sangat cepat dan mematikan pada beberapa pertandingannya.

Taufik Hidayat mengaku bulutangkis hanyalah sebagian dari hobinya dan tidak pernah sama sekali bercita-cita menjadi seorang atlet. Namun nasib baik membawanya menjadi seorang legenda dalam dunia bulutangkis Indonesia.

Nama Taufik Hidayat kini harum dimana-mana akibat prestasi yang sudah ia dapatkan. Sebelumnya, Taufik Hidayat dikenalkan bulutangkis oleh ayahnya pada saat ia berusia 7 tahun. Ayahnya kemudian sering mengajak Taufik Hidayat bermain bulutangkis bersama teman ayahnya di daerang Pengalengan.

Baca Juga: Terkuak dan So Sweet! Inilah 5 Deretan Atlet badminton yang Cinlok di Lapangan

Pasalnya pada saat sekolah, Taufik Hidayat bercita-cita menjadi seorang atlet sepak bola. Namun cita-cita tersebut dibantah mentah-mentah oleh ayahnya. Hingga akhirnya Taufik Hidayat menyerah dan mengikuti kemauan ayahnya untuk berkonsentrasi didunia bulutangkis.

Kemudian ia bergabung dengan klub SGS Elektrik Bandung. Taufik Hidayat selalu menempuh perjalanan panjang Pengalengan-Bandung selama 80 KM untuk mengikut latihan bulutangkis. Hingga dirinya duduk dibangku SMP, akhirnya ia memutuskan untuk tinggal di asrama.

Bakatnya dalam dunia bulutangkis semakin terlihat saat ia mulai mengikuti asrama di Bandung. Selama program asramanya, ia dilatih oleh Iie Sumirat, mantan pebulutangkis nasional.

Pertandingan pertamanya adalah saat ia berhasil mencapai final All England pada saat ia berusia 18 tahun, walaupun kemudian dikalahkan oleh Peter Gade.

Baca Juga: Pantas Lee Zii Jia Ingin Hendrawan Jadi Pelatih Pribadinya, Ternyata...

Perjuangannya tidak berhenti disana, awal tahun 2000-an Taufik mulai perlahan mengambil simpati dan perhatian pecinta bulutangkis dengan memenangkan beberapa ajang bergengsi. Sepperti berhasil membawa emas pada SEA Games, membawa gelar pada Piala Thomas, dan lain sebagainya.

Pada perjalanan karirnya, Taufik Hidayat dikenal sebagai seorang playboy. Selain karna prestasinya, paras tampannya juga berhasil membuat perempuan terpesona. Perjalanan cintanya ditutup pada 4 February 2006 dengan menikahi Ami Gumelar dan kini dikaruniai anak-anak yang lucu dan pintar.

Kini Sang Legenda sudah pensiun dari dunia bulutangkis. Meski begitu, Taufik Hidayat berjanji akan tetap membantu dalam pembinaan bulutangkis Indonesia dengan membuka yayasan Taufik Hidayat Arena.***

 

Editor: Adi Riyadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah