Mengenal Ibnu Taimiyah: Ulama, Filsuf, Tokoh Inspiratif Pemersatu Umat, Simak Biografi Lengkapnya

- 1 November 2023, 09:54 WIB
Mengenal Ibnu Taimiyah: Ulama, Filsuf, Tokoh Inspiratif Pemersatu Umat, Simak Biografi Lengkapnya
Mengenal Ibnu Taimiyah: Ulama, Filsuf, Tokoh Inspiratif Pemersatu Umat, Simak Biografi Lengkapnya /Tangkapan layar YouTube/AskamzaChannel/

Meski ibnu Taimiyah diilhami kecemerlangan akal dan kemampuan nalar diatas rata-rata, dalam karya tulis beliau yang jamak tidak kita dapati bahwa beliau menempakkan akal pada hierarki puncak sebagai intrumen beragama dan memahami hakikat ilmu dalam islam.

Dalam memahami dalil dan berpendapat, ibnu taimiyah tidak sekalipun meninterpretasikan sendiri setiap dalil. Beliau senantiasa merujuk pada pamahaman para salafush saleh (sahabat, tabiin dan atba’ut tabiin) yang itu merupakan suatu formula konkrit yang digaransi langsung oleh Allah melalui lisan Rasulnya untuk memahami agama ini dengan shahih. Metode beragama ini pula yang dianut para imam terdahulu, semisal Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi`i, Imam Ahmad, Imam al-Laits, Imam Ats-Tsaury serta orang-orang yang bersama mereka.

Prinsip beragama inilah yang kemudian kita kenal dengan istilah “manhaj salaf”, sebuah manhaj dan metode rabbani yang sepatutnya kita lestarikan kembali secara kolektif di kekinian. Prinsip yang direkomendasikan langsung oleh Rasulullah dalam sabdanya yang tidak asing: “Sebaik-baik generasi umatku adalah pada masaku (sahabat), kemudian orang-orang yang setelah mereka (Tabi’in), lalu orang-orang yang setelah mereka (atba’ut Tabi’in).” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650).

Jika kita melembari kitab-kitab sejarah, tentu akan kita dapati bahwa tidak berlebihan menyebut Ibnu Taimiyah sebagai seorang jendral yang agung. Sebab selain melampaui sekat-sekat intelektual dalam Islam, beliau juga mewarisi semangat juang (jihad) para pendahulu yang shalih.

Ibnu Taimiyah memiliki peran vital dalam pengusiran bangsa Mongol di timur tengah yang dikenal dengan perang Shaqhad. Dengan inteligensinya yang tajam beliau mampu melihat bahwa kemewahan hidup telah merusak bangsa Mongol dari dalam, bahwa kala itu bangsa Mongol sedang rapuh dan goyah. Oleh karena itu, tergerak hati Ibnu Taimiyah untuk mendidik jiwa umat untuk berjihad yang kala itu diliputi ketakutan akan keperkasaan bangsa Mongol.

Ibnu Taimiyah adalah sosok yang paripurna (dimasanya), dimana keperkasaan dan keberanian bertaut sedemikian rupa dengan ilmu dan pikiran yang cemerlang dalam dirinya. Beliau adalah salah satu dari sedikitnya manusia yang mewarisi ruh-ruh keberislaman salaf, dimana beliau sama sekali tidak membuat jurang pemisah antara ilmu dan amal. Ibnu taimiyah ialah muslim yang insaf, yang hasrat dunianya teramat rendah, dibanding dengan orientasi penghambaan diri kepada Allah yang teramat timggi menjulang ke langit.

Pasca generasi terbaik, adalah suatu kelangkaan mendapati manusia-manusia yang berkumpul pada dirinya kualitas-kualitas kelislaman yang jamak serta berjiwa jendral. Meski bukan satu-satunya, ibnu taimiyah ialah salah satu dari sedikitnya yang mampu mepresentasikan secara sungguh semangat keberislaman Salaf. Maka tidak berlebihan, jika dikekinian insan serupa adalah suatu kelangkaan tingkat puncak.

Setelah berkelindan lama di dunia dakwah, Ibnu Taimiyah akhirnya beristirahat dari getirnya dunia yang beliau rasakan. Tepat pada malam 20 Dzulqa’dah 728 H menjelang fajar kala itu beliau rahimahullah wafat, suatu peristiwa yang menggondang dunia dengan sungguh kala itu. Dan adalah rahmat Allah bagi beliau, wafat dalam keadaan meninggalkan mutiara-mutiara mewah serta kekayaan ilmiah yang jamak jumlahnya.

Ibnu taimiyah adalah sosok yang berkumpul padanya ilmu, amal, zuhud, wara’, keberanian dan segala prilaku terpuji lainnya. Tak terhitung banyaknya pujian ulama bagi beliau rahimahullah yang menyanjung serta mengagungkan, suatu hal yang jarang kita dapati dikekinian. Diantara ulama yang memuji beliau adalah al-Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi, beliau berkata:

“Demi allah aku tidak pernah melihat orang yang paling luas ilmunya, dan paling kuat kecerdasannya dari pada orang yang biasa dipanggil Ibnu Taimiyah, disamping kezuhudannya dalam makanan, pakaian dan wanita, serta membela kebenaran dan jihad dengan segala kemampuan”.

Halaman:

Editor: Nurhendra Wibowo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah