Britpop; Bermula dari Genre Musik Menjadi Kultur Britania Raya

- 15 Juli 2020, 23:15 WIB
Momen ketika Blur menghibur para Fans. *Instagram blurofficial /(Instagram blurofficial)/

HALOYOUTH - Inggris tak hanya dikenal dengan premier league dan sistem monarki konstituonalnya. Dalam sejarah, Inggris juga selalu mencetak musisi-musisi handal mulai dari tahun 60-an hingga saat ini.

Jika berbicara tentang musik Inggris pasti genre yang paling pertama disebut adalah British pop atau lebih akrab dengan sebutan Britpop. Tren Britpop dimulai pada awal era 90-an, genre ini berhasil menghipnotis para pendengarnya.

Jika penggemar genre ini pasti sudah tidak asing dengan band-band pentolan Britpop, seperti Blur, Pulp, Oasis, Suede, dan The Stone Roses. 

Sebenarnya aliran ini pertama kali terbentuk berkat kehadiran The Smiths yang memadukan nuansa rock, pop dan indie.

Ada pula orang yang menyebutkan band-band lain di era 80-an, serupa The Stone Roses dan Pixies. Namun pada era 90-an genre Britpop mulai meledak dan digunakan band-band Britpop di Inggris.

Jurnalis musik John Harris, sepakat bahwa era Britpop di mulai saat era 90-an ketika Blur merilis single “Popscene” dan Suede bersama lagu “The Drowners” pada tahun 1992.

Kemudian pada April 1993, majalah Select menampilkan vokalis Suede “Brett Anderson” di halaman utama dengan bendera Inggris sebagai backghround dengan tulisan “Yanks go home!”.

Britpop mencerminkan bentuk dari kebudayaan Britania Raya yang lahir dari keberagaman jenis genre musik seperti, subgenre dari alternatif rock, indie rock, glam rock, bahkan punk rock.

Pada mulanya genre Britpop mempunyai pendengar para remaja dengan usia 17-20an sehingga dicap musik segarnya anak muda. Tetapi sampai sekarang musik ini masih digemari oleh pendengar awal mereka walaupun sudah tidak bisa disebut muda lagi. 

Berbeda dengan genre Grunge dari Amerika Serikat dan Shoegaze yang tumbuh serta berkembang di Britania Raya juga, dibandingkan kedua genre tersebut Britpop membawa lagu-lagu yang lebih cerah dan bersemangat.

Halaman:

Editor: Alvin Aditya Saputra


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X