Krisis Ukraina, Menlu China Soroti Ekspansi NATO

20 Februari 2022, 15:36 WIB
Krisis Ukraina, Menlu China Soroti Ekspansi NATO /Screenshoot Akun Youtube CGTN/

HALOYOUTH - Dalam Konferensi Keamanan Munich (MSC) yang dilakukan secara daring di Beijing pada hari Sabtu 19 Februari 2022, anggota Dewan Pemerintahan sekaligus Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyoroti ekspansi fakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terkait krisis di Ukraina.

"Kalau NATO terus melakukan ekspansi ke arah timur, apakah ini kondusif dalam memelihara perdamaian dan stabilitas di Eropa?" Kata Wang Yi seperti dikutip Haloyouth dari AntaraNews pada Minggu 20 Februari 2022

Wang Yi juga menanggapi pertanyaan ketua MSC Wolfgang Ischinger Fan mengatakan, bahwa sebagai sebuah produk Perang Dingin yang telah berakhir dalam jangka waktu yang begitu lama, Seharusnya NATO melakukan penyesuaian-penyesuaian.

Baca Juga: Joe Biden Bicara Perubahaan Iklim, Sebut Jakarta Akan Tenggelam, Indonesia Segera Pindahkan Ibu Kota

Untuk menyelesaikan krisis Ukraina, Ia menyerukan beberapa pihak kembali dalam Perjanjian Minsk II.

"Semua pihak harus memikul tanggung jawab dan bekerja sama demi terciptanya perdamaian daripada membuat ketegangan yang berisiko terjadinya peperangan," kata Wang Yi yang juga dikenal sebagai diplomat senior ini.

Menurutnya, semua pihak harus memiliki kepedulian terhadap keamanan di Eropa dan juga menghormati legitimasi terhadap keamanan Rusia.

Ukraina harusnya menjadi jembatan yang menghubungkan antara Barat dan Timur, bukan menjadi garda terdepan konfrontasi beberapa kekuatan besar.

Seperti diketahui, sebelumnya bahwa Pemerintahan Australia telah meminta China agar tidak tinggal diam saja dalam menyikapi krisis yang terjadi di Ukraina yang melibatkan Rusia. 

Baca Juga: China Meradang Pasca Joe Biden Secara Resmi Umumkan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab di Wuhan

Pemerintahan Rusia selama ini dikenal sebagai sekutu utamanya China, dalam krisis yang terjadi di Ukraina Wang Yi pun menegaskan bahwa pemerintahan China mengambil sikap yang tegas bahwa kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial sebuah negara itu harus dihormati.

"Berulang kali kami tegaskan, sikap China sudah jelas bahwa kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial semua negara harus dihormati dan dijaga, tidak terkecuali dengan Ukraina," pungkas Wang Yi.***

Editor: Muhammad Jejen

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler